Connect with us

Politics

PAN di Kalsel Jadi Rujukan Para Habaib

Partai Amanat Nasional (PAN) di Kalsel tampil beda semenjak kehadiran Habib Hasyim Arsal Alhabsi yang mencalonkan diri sebagai DPR RI untuk dapil 1 Kalimantan Selatan (Kalsel). Para peserta anggota PAN yang mencakup anggota aktif DPRD berikut para caleg, tampak begitu semangat saat menghadiri acara Konsolidasi PAN untuk Dapil 1 Kalsel, di Tanjung, Tabalong, Kalsel, Senin (28/1).

Acara itu menjadi ajang pertemuan Pangeran Khoirul Saleh, caleg DPR RI dari PAN nomor urut 1 untuk dapil 1 Kalsel dengan Habib Hasyim Arsal Alhabsi yang juga caleg DPR RI dari PAN nomor urut 3 untuk dapil 1 Kalsel. Pertemuan ini tentunya menjadi sorotan tersendiri bagi para anggota PAN. Apalagi sejauh ini, Habib Hasyim dan Khoirul Saleh selalu dikesankan berhadap-hadapan. Padahal mereka ada di kubu yang sama, yaitu PAN.

Potensi friksi di dalam tubuh PAN terdeteksi dengan cepat. Karena itu, Habib Hasyim Arsal Alhabsi langsung mengambil inisiatif konsolidasi antaranggota partai berlambang matahari ini. Konsolidasi ini tentunya bertujuan meluruskan perspektif yang salah terkait persaingan internal (baca antarcaleg) yang lebih cenderung lebih keras dari persaingan eksternal (baca antarpartai).

Kondisi semacam inilah yang menurut Habib Hasyim Arsal, malah menuju ke arah destruktif. Akibatnya, bangunan organisasi yang mestinya saling terkait, malah saling kontraproduktif. Habib Hasyim Arsal menyadarkan para caleg di acara konsolidasi untuk membangun persaingan yang sehat di tubuh internal partai.

Ketika seorang caleg itu menang dalam kontestasi politik, maka harus disadari bahwa kemenangannya bukan hanya berangkat dari dirinya saja tapi juga karena perjuangan caleg lainnya separtai di nomor urut berbeda. Di hadapan para caleg, Habib Hasyim Arsal Alhabsi sengaja memberikan pengalaman dirinya yang pernah terjun politik pada tahun 2014 dari Partai Demokrat di dapil yang sama. Pada saat itu, Habib Hasyim Arsal Alhabsi gagal karena caleg di partai yang sama menggembosinya.

“Apa hasilnya dari menggembosi caleg sesama anggota partai?! Tentu tidak ada kecuali hanya menghancurkan bangunan besar partai itu sendiri. Padahal bila temannya bisa duduk di legislatif maka ada kemungkinan lainnya ikut terangkat,” ulas Habib Hasyim Arsal Alhabsi depan para caleg PAN Kalsel dapil 1.

Habib Hasyim Arsal menyerukan siapapun yang jadi anggota DPR supaya ingat dengan temannya yang ikut serta mengangkat suaranya secara tidak langsung. Lebih dari itu, soliditas para anggota partai nantinya juga bisa berfungsi menentukan siapa bupati yang layak untuk mengurus masyarakat dan mengimplementasikan kebijakan demi kepentingan rakyat. “Inilah pentingnya konsolidasi saat ini,” tegas Habib Hasyim yang berpakaian serba putih.

Kemudian Habib Hasyim yang saat itu bersurban putih, mengajak semua caleg yang hadir untuk berdiri bersama dan bersumpah atas nama Allah dan Nabi Muhammad Saw. Sumpah itu diakhiri dengan doa laknat (kutukan) kepada siapa saja yang tidak berpikir untuk kepentingan rakyat.

Sangat disadari, kepentingan rakyat tak akan terbela dan terlindungi tanpa kekuatan bersama internal partai. Sistem di negara ini hanya melalui partai, baru bisa melakukan pembelaan maksimal atas hak-hak rakyat.

Habib Hasyim dalam kesempatan itu menegaskan, hanya politik iblis yang menjauhkan politik dari agama. Berapa banyak perda syariah yang tertolak. Padahal pada dasarnya, perda syariah itu punya aspek humanis yang luar biasa. Sebagai contoh, minuman keras selayaknya dilarang karena selain agama melarang, kesehatan juga tak izinkan.

Habib Hasyim Arsal Alhabsi bersyukur kepada Allah Swt mengingat PAN saat ini mendapat kepercayaaan penuh dari kalangan habaib dan para guru (baca ulama) sebagai partai yang bisa diandalkan untuk bela umat. Dulu PAN dikonotasikan sebagai partai milik golongan tertentu.

Saat ini, PAN disadari sebagai politik yang paling terbuka. Apalagi PAN sekarang, jadi rujukan para habaib. Kini banyak caleg dari kalangan habaib memilih PAN. Bahkan menurut Habib Hasyim Arsal Alhabsi, PAN adalah partai yang caleg habaibnya terbanyak.

Habaib di Kalsel semakin mencintai PAN mengingat satu-satunya partai yang mampu mengawal Prabowo Subianto hingga memenuhi syarat dicalonkan sebagai presiden. PAN terbukti sebagai paling setia untuk perubahan saat banyak partai solid yang tersungkur menyusul tekanan rezim.

Posisi itu tentunya tak akan dilupakan masyarakat Kalsel, khususnya kalangan habaib dan ulama, yang mayoritas mereka memberikan dukungan pada capres dan cawapres 02. Menurut survey Indonesia Development Engineering Consultant (IDE-C), mayoritas masyarakat Kalsel adalah pendukung Prabowo-Sandi.

“Perbandingannya bisa mencapai 70-30 persen yang mayoritasnya mendukung capres-cawapres 02,” kata Direktur IDE-C, Rahmat Arsyad.

Melalui kehadiran Habib Hasyim Arsal Alhabsi sebagai caleg dari PAN, maka partai bergambarkan matahari bersinar kian mendapat tempat di kalangan habaib dan ulama. Sekat-sekat pun terurai. Terlebih PAN termasuk partai yang mendapat rekomendasi dari Imam Besar Habib Rizieq Shahab.

Sepekan lalu, Habib Hasyim Arsal juga mengajak semua tandemnya di Kalsel dapil 1 untuk menandatangani komitmen bersama sesuai anjuran Imam Besar Habib Rizieq Shahab. Kini, PAN di Kalsel harus diakui memiliki caleg terbanyak yang bersedia menandatangani Pakta Integritas Ijtima Ulama.

Habib Hasyim yang juga pernah menjadi caleg Partai Demokrat di sela-sela acara konsolidasi caleg PAN untuk dapil 1 Kalsel, mengatakan, PAN dalam perjalanan politiknya hingga sekarang tak mewarisi dinasti politik seperti sejumlah partai lainnya. Ini bukti PAN punya aturan yang tak memberi peluang kepada siapapun yang menjadi pimpinan puncaknya untuk bisa mewariskan kekuasaan ke keluarganya.

Sementara itu, Khoirul Saleh, caleg PAN nomor urut 1 untuk dapil Kalsel 1 yang hadir dalam acara itu, mengapresiasi usaha Habib Hasyim Arsal Alhabsi dalam rangka mengonsolidasikan kekuatan PAN. Memang harus diakui, persaingan antarcaleg di internal partai malah bisa merusak bangunan partai.

“Semoga upaya Habib Hasyim Arsal Alhabsi menjadi kebaikan kita semua. Amin, ” kata Khoirul Saleh yang langsung bergegas pulang sebelum acara selesai. (Alireza Alatas, pembela ulama dan NKRI/aktivis Silaturahmi Anak Bangsa -SILABNA-)

Continue Reading
You may also like...

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Politics

To Top