Connect with us

Life

Lion Air dan Habib Hasyim Arsal Alhabsi

Antara tahun 2000 hinga 2009, nama Habib Hasyim Arsal Alhabsi begitu melekat dengan perusahaan maskapai Lion Air. Bahkan tanpa maksud berlebihan, perusahaan raksasa Lion Air yang kini menguasai hampir seluruh jalur penerbangan ke seluruh pelosok negeri tidak akan terwujud tanpa peran Habib Hasyim Arsal Alhabsi.

Perjalanan kesuksesan Lion Air tidak pernah lepas dari kiprah Habib Hasyim Arsal Alhabsi semenjak awal berdiri yang pada awalnya Lion Air hanya punya satu maskapai saja. Sekarang, Lion Air per bulan Oktober 2018, tercatat memiliki 350 maskapai melebihi perusahaan maskapai milik pemerintah, Garuda. Belum lagi, Lion Air juga terikat pada perjanjian pembelian ratusan pesawat dengan perusahaan besar Boeing dan Airbus.

Lebih dari itu, Habib Hasyim Arsal termasuk pihak yang ikut merintis terwujudnya perusahaan maskapai Batik Air yang masih anak perusahaan dari Lion Air. Pada awalnya Habib Hasyim Arsal Alhabsi merancang dengan nama Diamond tapi kemudian diubah menjadi Batik Air.

Kepiawaian Habib Hasyim Arsal Alhabsi dalam berkomunikasi bukan sebatas di level nasional saja, tapi juga diakui level internasional. Hal itu terbukti dari kinerja Habib Hasyim Arsal Alhabsi di Lion Air yang mampu merealisasikan transaksi internasional yang mampu hebohkan dunia.

Membangun kepercayaan dengan perusahaan raksasa dunia sekelas Boeing dan Airbus tentu membutuhkan kelihaian tersendiri. Di sini lah letak kepiawaian Habib Hasyim Arsal Alhabsi yang mampu meyakinkan penentu kebijakan perusahaan raksasa dunia untuk melirik potensi maskapai sekelas Lion Air.

Meski berhasil sebagai Public Relation (PR) ulung Lion Air, tapi Habib Hasyim Arsal Alhbsi tak puas pada dirinya yang merasa belum optimal melayani masyarakat dalam skala lebih luas. Habib Hasyim Arsal Alhabsi akhirnya memilih mundur dari perusahaan Lion Air yang acuannya sebatas personal bukan sosial. Tentu memperkaya person tak berbanding lurus dengan menyejahterakan rakyat.

Sebaik-baik manusia adalah sosok yang paling bermanfaat kepada orang lain. Hal inilah yang membuat Habib Hasyim Arsal selalu ingin berbuat banyak untuk melayani masyarakat sebagaimana kakek-kakeknya terdahulu yang membangun perusahaan untuk kesejahteraan masyarakat. Sayidah Fatimah Az Zahra, putri Rosulullah Saw pernah berkata, “Al-jaar tsumma ad-daar.” Artinya, tetangga lebih dahulu, baru kemudian urusan rumah sendiri.

Spirit nenek moyang Habib Hasyim Arsal Alhabsi inilah yang mendorong beliau ingin melayani masyarakat dalam sekup lebih luas. Pilihan beliau pun jatuh pada wilayah Kalsel sebagai kawasan yang punya potensi besar untuk mendunia.

Kalsel adalah kawasan kaya sumber daya alam. Tentu kekayaan alam harus diimbangi dengan kekuatan sumber daya manusia. Jika tidak, maka akan terjadi ketimpangan. Kalsel saat ini menurut Habib Hasyim Arsal Alhabsyi masih jauh dari harapan masyarakat ideal.

Dengan landasan tersebut, Habib Hasyim Arsal Alhabsi ingin menghantarkan Kalsel ke titik peradaban sebagaimana menjadi harapan para nabi, khususnya Nabi Besar Muhammad Saw. Setidaknya, tata sosial Kalsel mendekati cita-cita Nabi Saw. Terlebih masyarakat di Kalsel dikenal sebagai masyarakat religius yang selalu bersholawat kepada Nabi Besar Muhammad Saw.

Melalui semangat itu lah Habib Hasyim Arsal Alhabsi memilih PAN (Partai Amanat Nasional) di nomor urut 3 untuk Dapil 1 Kalsel. Semoga langkah Habib Hasyim Arsal menjadi ridho Allah dan Rosul-Nya. Amin. (Alireza Alatas, pembela ulama dan NKRI/aktivis Silaturahmi Anak Bangsa -SILABNA-)

Continue Reading
You may also like...

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem eum fugiat quo voluptas nulla pariatur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Life

To Top