Connect with us

Life

Informasi Al Qur´an Tentang Dihancurkannya Bangsa Terdahulu

Al Qur’an memang menginformasikan, setiap masyarakat mempunyai usia nya sendiri. “Setiap masyarakat punya ajal” (QS Al A’raf: 34). Pada era kenabian, usia masyarakat berakhir secara fisik akibat bencana kiriman Tuhan.

Menurut pakar tafsir Quraish Shihab, salah satu hukum kemasyarakatan (“sunatullah ijtimaiyah”) adalah bila satu kelompok masyarakat telah mencapai puncak kebejatannya, maka mereka sebagai satu kelompok tidak lama lagi akan binasa (Shihab, 2000).

Bangsa pertama yang dibinasakan secara masal adalah kaum Nabi Nuh. Allah memusnahkan mereka dengan mendatangkan banjir bandang nan besar (Surat Al A’raf: 64).

Kaum Nabi Luth yang menghuni kota Sodom, mengabaikan nabinya yang menyeru agar bangsa ini menghentikan budaya sodomi. Akibatnya, bumi mereka berpijak diangkat dan dibalikan, sebagaimana Allah kisahkan dalam Al Qur’an surat Huud: 82.

Bangsa ‘Ad, pada zamannya (sekitar 3000 SM) terkenal sangat maju. Qur’an surat al-Fajr ayat 7-8 melukiskan keadaan bangsa ‘Ad, yang hidup di gedung-gedung tinggi (“dzatil Imad”), yang belum pernah ada tandingannya di negeri-negeri lain (“Lam yuhlak mitsula fil biladi”).

Kepada bangsa ‘Ad, Allah SWT mengutus Nabi Hud as untuk menuntun ke jalan takwa. Tapi, bangsa ‘Ad membangkang. Mereka merasa punya kekuatan, kekayaan, kemasyhuran sehingga tidak perlu memperdulikan ajakan dari orang sederhana seperti nabi Hud. Mereka menyombongkan kekuatan sebagai superpower, dengan menepuk dada seraya berkata, “Man asyaddu minna quwwatan?” (siapa yang lebih kuat dari kami?) (QS Fushilat: 15). Mereka juga suka menindas dan menyiksa bangsa lain di luar batas perikemanusiaan (QS Asy Syuara: 130).

Nabi Hud as mempertanyakan sikap mereka yang atheis materialistis, “Affala tattaqun?” (“Mengapa kalian tidak bertakwa kepada Allah?”) (QS Al A’raaf: 65). Namun, kaum ‘Ad lebih suka menyembah tuhan lain di kuil megah di ibukota Iram.

Keangkuhan bangsa ‘Ad berakhir, bukan oleh serangan pasukan militer atau krisis ekonomi. Tapi “sekedar” oleh hembusan angin dingin selama tujuh malam delapan hari yang mematikan semuanya, yang dikirim oleh Allah SWT: “Demikianlah memberi balasan kepada bangsa yang berdosa” (QS Al Ahqaaf: 25).

Kaum Tsamud adalah kaum yang mengingkari ajaran Nabi Shalih, bahkan mereka menyembelih unta betina yang merupakan mu’jizat Nabi Shalih, lalu menentang adzab buat mereka.

Tantangan itu dijawab Allah dengan menimpakan gempa dahsyat atas mereka. “Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka (QS Al-A’raaf ayat 78). Pada ayat lain dikatakan, Allah juga mengirimkan bencana petir yang dahsyat (QS Fushilat: 17).

(Dikutip dari buku “Bencana Bersama SBY”, karya Ridwan Saidi, Penerbit INDEWA [ndonesian Democracy Watch], Maret 2009)

Continue Reading
You may also like...

Editor Utama dialogue.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Life

To Top